Kampanye Unik Ala Betawi

Kampanye Betawi

TABUHAN rebana ramai menggema di Gelanggang Olah Raga Otista, Jakarta Timur. Ratusan orang terlihat menikmati nada yang dihasilkan dari pukulan benda yang mirip seperti bedug berukuran kecil. Rombongan para penabuh pun mulai berjalan ke tengah gedung. Tak sedikit orang yang mengikuti barisan tersebut. Sembari berdendang dan berjoget, warga yang hadir menunjukan wajah keceriaan.

Riuh itu secara tiba-tiba terhenti oleh teriakan seorang pria. Dengan berbusana khas jagoan Betawi Pitung, pria tersebut berjalan di tengah gerobolan penabuh rebana.

“Eh… Bang, rumah gedongan rumah belande, pagarnya kawat tiangnya besi, gue kaga mao tau nih rombongan datengnye dari mane mau kemane, tapi lewat kampung gue kudu permisi,” ucap pria yang memakai sorban di bahunya.

Pimpinan dari rombongan penabuh rebana tersebut langsung menjawab tak kalah lantang. “Oh… jadi lewat kampung sini kudu permisi, bang. Maafin aye bang, kalo kedatangan aye ama rombongan kage berkenan di ati sudare-sudare…Sebelomnye aye pengen ucapin dulu nih Bang…Assalamu’alaikum,” ujar pimpinan tersebut.

Ucapan berisi pantun pun pun mulai diluncurkan kedua kubu, tak lama suasana semakin memanas hingga harus berujung perkelahian. Namun tenang saja, adegan berantem itu bukan sungguhan. Itu merupakan rangkaian palang pintu khas masyarakat Betawi yang biasa digunakan dalam adat perkawinan.

Namun adakah yang menggelar hajat perkawinan di gedung ini? Tidak. Suasana yang tercipta di dalam GOR merupakan salah satu rangkaian dari kampanye unik calon legislator dari Partai Gerindra Andre A Walker.

Selain ingin dikenang warga dengan kampanye unik agar mendapat dukungan pada Pemilu 9 April mendatang, Andre ingin mengingatkan jati diri bangsa Indonesia yang mempunyai budaya lokal yang semakin tergerus oleh budaya modern dari bangsa asing.

“Semakin hari budaya lokal semakin tergerus dengan budaya modern. Ini tujuannya untuk pelestarian budaya lokal. Selain itu biar unik dan mudah diingat. Biasanya kalau unik dan mudah diingat itu masyarakat gampang kenali kita,” kata Andre, di GOR Otista, Jakarta Timur, Jumat (4/4/2014).

Tak hanya pelestarian budaya lokal, dalam kampanyenya, Andre juga mencanangkan ‘masyarakat sehat sejahtera‘, dimana dia akan fokus untuk bagaimana pemerataan ekonomi dan sumber daya manusia.

“Seperti Gerindra yang mempunyai enam program aksi diantaranya meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya serta olahraga. Disamping membangun ekonomi yang kuat dan berdualat,” ujarnya.

Namun demikian, Andre menegaskan menolak money politics, di mana hal tersebut melanggar undang-undang yang berlaku. Andre bahkan menyindir para simpatisan yang datang demi uang akomodasi yang dijanjikan.

“Bagi semua masyarakat yang mempunyai hak pilih, pilihlah sesuai hati nurani kalian. Saya suka datang ke dapil, kalau ada orang minta amplop, saya kasih amplopnya, tapi isinya kita cari bareng-bareng. Memberikan iming-iming uang dalam politik itu bukan pendidikan yang baik,” tegasnya.

Sumber Berita: Okezone.com

This entry was posted in Berita Gerindra, Berita Umum and tagged , , . Bookmark the permalink.

Komentar Anda